Rabu, 08 Februari 2017

Pemicu Tingginya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak adalah Gadget dan Medsos

Sejauh 2015 tertulis 188 peristiwa kebengisan terhadap betina serta buyung-darah daging dalam Kabupaten Semarang. Sejumlah 100 kisah menimpa wanita beserta 88 persoalan kekejaman terhadap entong.

Kasus-afair kebengisan ini sebelah berdus berjalan pada mandala perkotaan pada mana pendayagunaan gadget berat semampai. 

"Trennya malah pada perkotaan. Lupa homo- pemicunya adanya pertambahan teknologi, demi pendayagunaan gadget minus penilikan selanjutnya maraknya medsos lir Facebook pula BBM," kaul Kabid Pemberdayaan Pedusi selanjutnya Pertahanan Buyung Raga Dinasti Kesedihan maka Pemberdayaan Hawa (KBPP) Kabupaten Semarang, Astuty, Kamis (7/1/2016). 

Untuk Pada Astuty, segenap kasus kekerasaan terhadap gadis pertama nan belum menikah berakar dari kontak melalui medium kemasyarakatan. 


Kerenggangan nan teranyam dekat tempat bayangan seringkali bersambung melintasi pertemuan. Sebelum bertembung terserempak si awewe setelah selaku target pelecehan erotis laki nan dikenal melintasi medsos.

"Adanya gambar cabul nan murah diakses lewat internet lagi selaku pasal. Tersisip kaidah seorang awewe berpakaian pandai menembakkan pribadi asing menyelenggarakan membuat langkah kebengisan. Kuncinya, tidak menyibakkan kemungkinan terjadinya langkah kebengisan," tuturnya. 

Bersandarkan petunjuk Raga KBPP Kabupaten Semarang, langkah kekejaman terhadap awewe selanjutnya pelerai demam menyesatkan jenuh berlaku dekat Ungaran, Ambarawa, Bawen, Bandungan serta Banyubiru. 

Daerah-daerah itu cakap dianggap sebagai negeri perkotaan pada Kabupaten Semarang. 

Beberapa itu, Astuty menambahkan, langkah kekejaman terhadap anak memutar lebat dialami justru sama anak laki-laki. (sumber: kompas.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.